Sadarilah Ibu Sahabat Terbaikmu

   

    Allhamdulillah kita wajib ucapkan atas rasa syukur kita yang masih memiliki Ibunda tersayang. Mungkin kita tak pernah menyadari berbedanya kita yang masih bersama Ibu dengan yang tidak. Kenapa? Karena kebanyakan manusia sibuk menyempurnakan hidupnya demi sahabat, kerabat ataupun kekasihnya. Disaat itulah kebanyakan dari kita tidak pernah menyadari Ibu bukan sembarang insan yang diciptakan Allah. Power seorang Ibu lebih dari fisiknya yang kita lihat selama ini. Baiklah to the point saja 🙂 Aku akan ceritakan tentang sahabat terbaikku yaitu Ibu dan semuanya pengalamanku, hidupku dan inilah ceritaku.
       Aku adalah anak ke-6 dari 7 bersaudara yang terdiri dari 4 perempuan dan 3 laki-laki, sekarang umurku 21 tahun. Anak ibuku sudah pada berumah tangga hanya tersisa aku dan adik ku yang belum berumah tangga, dan aku anak gadis ibuku satu-satunya yang belum menikah nih hihihii ntar kalau waktunya juga nyusul kok, tapi harus pada datang yaa kamu kamu semua.. hahahh jadi ngaco. Lanjut cerita..
       Saat ini aku masih kuliah di universitas negeri di Riau dengan memegang matematika . Awalnya aku gak nyangka bakalan tegak dan bukan duduk lagi di perkuliahan, kenapa? Karena aku saat itu hidup tanpa seorang Ayah ;( Ayah kakak khawatir dengan hidup kakak tapi kakak sadari ayah pergi karena kewajiban mu sebagai seorang ayah sudah engkau penuhi. Ayahku pergi meninggalkan kami terutama Ibu ku saat aku berumur 19 tahun detik-detiknya aku terbang keperkuliahan. Aku sangat jatuh, gelap dan terkaku . Saat-saat ingin masuk perkuliahan semua hal yang baru aku urus dengan sendirinya, SIM, pajak motor, pendaftaran, kesana kemari dengan sendirinya ;( , akupun menghubungi teman sebut saja si A , aku tanya tentang kota dimana aku kuliah agar aku lebih terarah. Tapi telinga ku ini tak mendengar jawaban yang amat ku inginkan. Lagi-lagi menangislah Ibuku, dengan ucapan dibibirnya ” lihat lah dok mamak bisa apa, mamak gak sekolah, mamak gak tau kesana kemari, ayah udah gak ada sekarang gak ada yang mau bantu kau, gak abang gak kakak semua sibuk dengan rumah tangganya. Mamak temani kau dok ? Biar mamak aja yang nemeni setidaknya kau gak sunyi disana walaupun mamak gak bisa bantu urus ini urus itu” dengan ucapannya yang penuh air mata itu membuat aku terdiam lalu ku jawab “gak usah mak kakak sendiri aja mungkin disana banyak teman, doain aja mak semua yang terbaik selalu terjadi sama kakak” . itulah ibu yang mungkin kelembutan dan perhatiannya tidak dirasakan oleh orang lain. Ohya ngomong soal “dok” tadi itu panggilan ibu aku ke aku.. biasanya di panggil wedok ataupun gedok.
       Lanjut cerita, saat aku udah mulai kuliah disana aku menemukan teman yang bervariasi tingkahnya, ada yang pengertian, ada yang manja, ada juga yang keras. Saat ini aku udah semester 5 alhamdulillah semoga 1 stgah tahun lagi wisuda.. amiiinnn. Dari semester 1 aku akrab dengan siapapun karena aku orangnya sering menahan perasaan ketika tersakiti hihii sombong dikit… saat aku semester 4 ya ampun semua kacau. Teman disana teman disini semua bermasalah dengan aku, tapi gimanapun caranya aku tetap minta maaf tapi semua serperti angin lalu , tak tau siapa yang salah sampai harus menangis nangis . Tentang uang, kecemburuan teman, tentang kekasih, tentang cara berbicara semua jadi masalah. Diam diam dan diam itulah pertemanan kami sekarang baik teman disitu maupun disini. Lagi lagi hanya ibulah yang rela mendengarkan semua kekacauan dan ketidak fokusan aku ini , bahkan ibu tidak menyalahkan sahabat aku. Tapi akulah yang disalahkan ibu berkata “heleh nanti kau dok yang cari gara-gara. Udalah memang kek gitulah teman karena teman ya tetap jadi teman paling bisa jadi sahabat tapi gak bisa jadi ibu, mamak sedarah kek manapun kasarnya mamak tapi gak pernah pergi dalam keadaan apapun”. dipikir pikir perkataan ibuku bener kan hehhe.. soalnya temen or sahabat di kasih nasihat malah katanya kita gak suka sama dia, dikasarin dikit aja ngmngnya ya padahal gak kasar karna kita sayang sama temen aja ngmng gitu ehh si temen malah jutekin dan diemin kita. Coba ibu behh kita yang salah dia mulu yang mujukin kita . Cuma ibulah yang terbaik. Apalagi ni ya aku punya masalah sama temen deketku dia cowok, dia udah deket juga sama keluarga ku, sebut saja si R. Aku ni berantem hebat nih, samoe jutek beberapa hari terus nangis, eh waktu dia minta maaf ke rumah aku diamin aja. Tau gak semua yang nyelesaiin yang bantuin dalam masalah ini ibu aku, lagi-lagi ibu aku yang berperan . Si ibu marahin aku si kakak juga marahin aku, kata mereka aku gak sopan gak boleh memperlakukan temen seperti itu, kan udah minta maaf udah jelasin alasannya yang ini yang itulah.. haduuuhhhh.. padahal ya ibu dan kakak gak tau apa-apa masalahnya tapi jago banget buat pikiran yang lagi keras mencair sedikit demi sedikit hihiiii…

Ibulah yang harus diamanahi sifat kelembutan dan perhatianya, gak mesti jadi ibu dulu kan kalau mau punya sifat seperti ibu 🙂 , ayo bagi yang masih bersama ibu sempurnakanlah hidupmu demi ibu bukan demi orang lain. Ingat loh orang lain tetap menjadi orang lain tidak akan menjadi sedarah yang mempunyai aliran kamu dengannya yang bisa merasakan bener-bener keras atau lembutnya aliran itu, kecuali pasangan kamu di masa depan heheh mereka juga ntar bisa merasakan…

Sekian post pertama aku, semoga pengalaman terbaik join sama kalian yahh… byee :*

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s